The Sunan Hotel Solo menyemarakkan kehadiran bulan Suci Ramadhan dan datangnya hari Idul Fitri dengan menghadirkan kreasi unik berupa miniatur masjid dengan bahan baku dari kue kancing yaitu kue tradisional jaman dahulu. Miniatur berbahan kue kancing ini diletakkan tepat di tengah lobby lounge. Miniatur masjid tampak unik dan menarik perhatian para tamu yang sedang menginap atau menyelenggarakan event di hotel yang sering menjadi pilihan lokasi berbagai event internasional ini.
Miniatur masjid berbahan dasar kue tradisional dan disusun menggunakan lem berbahan tepung terigu, tanmiem dan telur ini dalam proses pengerjaaannya memakan waktu selama 4 hari. Dengan diameter 80 cm dan tinggi 100 cm, miniatur ini menghabiskan kue kancing sebanyak 8.000 pcs. kue kancing sendiri merupakan kue tradisional berbentuk bulat-bulat kecil yang di atasnya diberikan hiasan gula berwarna-warni sehingga kue yang satu ini mempunyai teksture rasa yang manis disamping renyah dan gurih bila kita memakannya. Miniatur dipamerkan di lobby lounge sampai dengan tibanya hari raya Idul Fitri.
General Manager The Sunan Hotel Solo, Retno Wulandari menuturkan selain untuk menyemarakkan tampilan dekoratif di lobby, para tamu yang menginap maupun masyarakat yang sedang berada di hotel The Sunan bisa mengabadikan kenangan ketika sedang menikmati suasana Ramadhan dan merayakan hari raya Idul Fitri disini.
Selain menyiapkan suasana dekoratif dengan total, The Sunan juga telah mengagendakan berbagai paket untuk menyambut datangnya hari kemenangan dengan menghadirkan berbagai menu istimewa termasuk sajian tarian tradisional serta menu-menu yang menjadi favorit para pemudik yang ingin menuntaskan kerinduannya di kota Solo.








